Pada suatu petang yang jingga, matahari menyimpul senyum terakhir sebelum malam menjelang. Seorang suami baru pulang. Didapati isterinya berselingkuh. Terpempan. Sesaat itu api amarah meresap ke dalam diri.
"Apa yang telah engkau lakukan ini? Perempuan tak kenang budi! Apa lagi permintaan engkau yang aku tidak pernah bagi? Apa lagi?
"Itu sudah memang menjadi tanggungjawab engkau bukan? Jangan diungkit-ungkit. Berdosa !"
Isterinya ketawa. Ketawanya panjang. Ketawanya berbunyi sinis. Si suami, dadanya terasa panas. Kepalanya berdenyut-denyut. Darah naik tinggi sampai kepala.
"Sundal !"
Catatan Sinderela
tolonglah jangan plagiat. terima kasih.
Wednesday, June 5, 2013
Pengemis Kemanusiaan
Seorang pengemis berbaju kumal
Saban hari kerjanya cuma satu
Menadah tangan
Terus menadah
Meminta minta
Seorang laki laki menghampiri
Apa yang engkau tadahkan saban hari?
Aku menadah kemanusiaan
Bilang pengemis berbaju kumal
Laki laki tadi tersenyum sinis
Setelah engkau dapat kemanusiaan
Apa pula yang akan engkau beri sebagai balasan?
Kasih sayang seluas dunia tuan
Pengemis tersenyum manis
Laki laki tadi meninggalkan sekeping nota lima puluh
Ditinggalkan pengemis yang terus menadah kemanusiaan
Dan dia tersenyum
Dibelai kasih sayang seluas dunia yang baru dia terima.
Subscribe to:
Posts (Atom)